Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 20:18-26

Ringkasan Khotbah

1.    Takut Tuhan
Bangsa Israel menjadi takut dan gemetar setelah menyaksikan kehadiran Tuhan (ayat 19), sehingga mereka menjauhi tempat tersebut. Mereka meminta supaya Musa saja yang menjadi perantara Tuhan untuk bicara kepada mereka. Bangsa Israel tetap takut (ayat 21), walaupun Musa telah meminta mereka untuk tidak takut karena Tuhan tidak bermaksud untuk mencelakakan (ayat 20). Mereka berdiri menjauhi Tuhan, berbeda dengan Musa yang justru berjalan mendekati tempat di mana Tuhan berada. Akibatnya bangsa Israel tidak lagi mendengar suara Tuhan secara langsung, tetapi melalui perantaraan Musa. Tuhan semakin memakai dan berfirman langsung kepada Musa. Bila kita semakin mau mendekati Tuhan, maka semakin Tuhan mau berfirman dan memakai kita.

2.    ’Janganlah takut’ vs ’supaya kamu takut akan Dia’
Pertama-tama Musa melarang bangsa Israel supaya jangan takut, tapi kemudian Musa menyuruh bangsa Israel supaya takut akan Dia (ayat 20). Ada perbedaan yang mendalam antara kedua rasa takut tersebut. Takut yang pertama adalah takut akan kematian(ayat 19). Rasa takut ini dilarang/merugikan dan mengakibatkan mereka tidak mendengar Firman Tuhan secara langsung. Musa melarang bangsa Israel untuk berpikir bahwa Tuhan itu jahat dan akan mencelakakan mereka. Ketakutan ini juga dimiliki oleh Hawa, yang takut mati jika memakan buah yang dilarang Tuhan. Hawa bukan takut kepada Tuhan tapi takut kepada hukumannya. Sedangkan takut yang kedua adalah takut akan Tuhan, yang disertai dengan nuansa menghargai/menghormati Tuhan dan tidak mau menyedihkan hati Tuhan. Yang Tuhan inginkan adalah takut jenis kedua (ayat 20), yang dapat membuat bangsa Israel tidak jatuh ke dalam dosa. Mari kita introspeksi rasa takut seperti apa yang kita miliki. Mari kita memiliki rasa takut yang Tuhan inginkan.

3.    Peraturan-peraturan (Kel 20:22-23:33)
Bagian ini disebut juga Kitab Perjanjian (Book of Covenant), yang merupakan penjelasan yang lebih detail dari dasa titah, misalnya tentang allah emas, allah perak (ay 23), mezbah, dan korban (ay 24-26).

4.    Berkat Tuhan bagi jemaat yang beribadah dengan cara2 dan pada tempat yang Tuhan tentukan.
Tuhan ingin supaya bangsa Israel itu menyembah dan beribadah kepada Tuhan tapi bukan dengan ritual yang dilakukan oleh bangsa-bangsa lain melainkan dengan cara2 dan pada tempat yang Tuhan tentukan. Tuhan mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir untuk beribadah dengan mengikuti aturan yang Tuhan tetapkan. Kita harus menyembah dan beribadah kepada Tuhan dengan cara yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin Bangsa Israel beribadah pada tempat yang ditentukan (Keluaran 20:24b, Ulangan 12:5-6). Kalau kita lihat perjalanan bangsa Israel, ada tempat-tempat yang Tuhan tentukan untuk beribadah. Tempatnya bisa berpindah-pindah tapi Tuhan yang menentukan.

Tidak adanya komitmen untuk beribadah di satu gereja sangat melemahkan kekristenan dan gereja di Indonesia. Hal tersebut juga tidak baik untuk orang Kristen itu sendiri karena tidak adanya persekutuan dengan sesama orang percaya dimana mereka bisa saling sharing dan mendoakan. Tanpa komitmen itu, orang tersebut juga tidak mempunyai kesempatan melayani. Komitmen beribadah di satu tempat secara konsisten perlu ditekankan secara pribadi, dalam keluarga/PA. Kalimat terakhir di ayat 24 berlaku bagi orang yang mengambil komitmen ini.

(ML/09/10)