Pengkhotbah

Perikop
2 Samuel 22:31-37

Ringkasan Khotbah

Hanya pergaulan dengan Allahlah yang menjadi dasar bagi orang yang percaya. Bergaul dengan Allah membuat seseorang dapat menang terhadap segala situasi kehidupannya. Pada ayat 31, dikatakan bahwa jalan Allah itu sempurna. Dalam terjemahan lain, sempurna ini disebutkan “blameless”, yang artinya tak bercacat. Hanya Allahlah yang sempurna dan tak bercacat. Dalam bahasa Ibrani digunakan kata “takmin” yang artinya tak bercela, tidak ada kurangnya. Mengapa Daud menyebut jalan Allah itu sempurna, padahal Daud sering jatuh bangun? Daud adalah gembala domba, yang kemudian dibawa ke istana Saul. Akan tetapi di sana dia bukannya senang-senang, melainkan beberapa kali hendak dibunuh. Bahkan ketika dia menjadi raja, anaknya hendak membunuhnya. Jalan Allah memang sempurna, tetapi Allah tidak menyatakannya sekaligus seutuh-utuhnya seperti sebuah peta. Firman Allah disebutkan bagaikan pelita, bukan lampu sorot. Tujuannya adalah supaya manusia yang sudah tahu tentang kesempurnaan Allah itu, tetap melekat pada sumber terang itu, karena jika manusia dapat memandang jauh ke depan maka manusia akan menjadi sombong dan tidak bersandar lagi pada Allah.

Dalam 2 Samuel 22:27 tertulis bahwa terhadap orang yang bengkok Allah akan berlaku belat-belit. Belat-belit ini artinya berliku-liku, bermusuhan. Jadi terhadap orang yang bengkok, Allah akan mengambil langkah konfontrasi, mengiring orang itu melewati jalan yang berliku-liku sampai akhirnya dia sampai di suatu titik di mana dia akan bertobat. Allah tidak menyukai hal-hal yang bengkok. Tuhan menghendaki sikap hati yang lurus dari anak-anak-Nya. Allah kita lurus, suci, karena itu kita juga harus hidup sesuai sifat-sifat Allah ini. Dan sesuai janji-Nya, Allah akan menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung padaNya. Perisai adalah pelindung, dan perisai yang diinginkan adalah perisai yang kuat. Pada Ulangan 33:29 perisai itu menunjukkan pribadi Allah. Jadi bagi Israel, perisainya adalah Allah. Bagi Daud, perisainya adalah Allah. Bila Tuhan adalah perisai, apakah bagian kita? Tuhan akan memberikan upah pada orang yang berserah pada-Nya. Ketika berjalan bersama dengan-Nya, akan aman dari serangan musuh. Seperti disebutkan dalam 1 Samuel 23:25-28 dimana Saul sangat ingin membunuh Daud, dan Daud sudah terkepung, tetapi oleh pengaturan Tuhan, Tuhan menggerakkan orang Filistin menyerang Israel, sehingga Saul akhirnya meninggalkan Daud dan Daud luput dari Saul. Kita tidak tahu bagaimana keadaan di tahun baru ini, baik dalam hal politik, ekonomi, keluarga, tetapi pemeliharaan Allah adalah sempurna. Jika Dia adalah perisai kita, maka satu pun musuh tidak akan mampu mengalahkan kita.

Dalam ayat 34 dikatakan bahwa Tuhan akan membuat kaki kita seperti kaki rusa. Kenapa kaki rusa, bukan kaki gajah. Kaki rusa itu kecil tapi kuat, bisa berlari cepat, cocok untuk medan hutan dan kasar. Pelompat yang sangat baik, perenang yang hebat. Inilah gambaran kehidupan umat-Nya, yang tidak pernah mulus. Dan rusa juga jika kehausan, tidak akan berhenti mencari sampai menemukan mata air. Maka Tuhan menginginkan kita juga untuk senantiasa mencari Firman-Nya. Di tahun 2013, Tuhan ingin kita menjadi orang yang gigih, bukan loyo, dalam pekerjaan, studi, dan setiap kegiatan.

Manusia itu terbatas. Dalam Mazmur 90:5 bahkan dikatakan hanya seperti mimpi. Artinya sementara saja, tidak kuat. Manusaia tidak bisa hidup sendiri, butuh pertolongan. Kita sebenarnya tidak ada apa-apanya. Tetapi dalam Mazmur 8:4-6 dikatakan Tuhan membuat kita seperti Allah, karena Tuhan ingin kita menjadi rekan, mitra untuk bekerja sama. Mari kita renungkan, apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita masing-masing dalam tahun yang baru ini? Memasuki tahun 2013 ini pasti ada kekuatiran, kegelisahan, ketakutan. Itu manusiawi, wajar sampai level tertentu. Tapi jika sudah melewati batasnya, jangan kita bergantung pada obat yang bisa mengakibatkan over dosis. Ada obat yang tidak pernah membuat kita over dosis, yaitu firman Tuhan. Marilah hidup taat sesuai dengan kehendak Tuhan, dan berserah pada rancangan-Nya. Tuhan menyediakan hal-hal yang baik kepada orang yang berjalan bersama-Nya.