Ringkasan Khotbah

Kenaikan Yesus

Murid-murid awalnya sedih bahkan mungkin kecewa melihat Yesus naik ke sorga. Namun akhirnya mereka bisa melihat makna Yesus naik ke sorga:

  1. untuk mengutus Roh Kudus (Yoh 14:16, 16:7) menyertai kita, memungkinkan kita untuk mengerti Firman Tuhan.
  2. Yohanes 14:2: di sorga Tuhan Yesus menyediakan tempat bagi kita
  3. Ibrani 10:12: Yesus duduk di sebelah kanan Bapa menjadi pengantara antara kita dan Bapa dan menjadi pendoa syafaat bagi kita (Ibrani 7:25, 9:24)

Kalau Yesus tidak naik ke sorga 3 hal ini tidak akan kita dapatkan. Dalam hidup kita mungkin ada hal-hal yang mengecewakan/menyedihkan, tapi di balik itu sebenarnya Tuhan menyiapkan berkat yang lebih besar. Mari kita teguh beribadah di hari Minggu, saat teduh, berdoa dan bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Inilah sarana kita mengerti kehendak dan berkat Tuhan di balik kesulitan kita

 

Hidup suami isteri

Untuk memahami 1 Korintus 7 ini ada 2 kunci:

1. Ayat 1a “Dan sekarang…”

Bagian ini menunjukkan bahwa jemaat Korintus pernah menulis surat kepada Paulus yang berisi beberapa pertanyaan. Paulus mau menjelaskan dulu yang ingin ia sampaikan baru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Di pasal 7 ini Paulus lompat dari topik ke topik, kemungkinan inilah  beberapa pertanyaan itu. Contohnya penggunaan kata “sekarang tentang” dalam 7:25,8:1,12;1,16:1,12.

2. Ayat 1b “adalah baik bagi laki-laki..”

Ayat 1b ini bukan pernyataan Paulus tapi jawaban terhadap pertanyaan orang Korintus. Di antara jemaat Korintus ada 2 ekstrim, yang pertama sangat suka hubungan seksual sehingga mereka melakukannya dengan semena-mena, yang kedua membenci dan berusaha menjauhi semua yang berhubungan dengan hal-hal seksual.

Kawin di ayat 1 sebenarnya pernyataan halus mengenai hubungan seksual. Ada orang-orang di Korintus yang menyatakan untuk menjaga kesucian tidak boleh berhubungan seksual. Jaman sekarang pun ada pandangan seperti ini. Banyak orang Kristen menganggap hal hubungan seks adalah tabu dan tidak boleh dibicarakan di gereja. Dualisme ini berbahaya karena orang-orang Kristen jadi cenderung belajar mengenai seks dari buku, internet atau film yang belum tentu sesuai firman Tuhan. Bahkan kalau belajarnya dari film porno sangat bahaya. Bukan berarti silahkan bicara mengenai seks dengan bebas, tapi mari kita belajar mengenai seks dari firman Tuhan, karena Tuhanlah yang menciptakan organ seks.

Bagaimana tanggapan mengenai pertanyaan tadi?

1. Ayat 2: Pria punya istri dan wanita punya suami adalah baik.

“Punya” di sini adalah istilah halus dari hubungan seks. Firman Tuhan tidak melarang hubungan seks, bahkan mengatakan baik hubungan seks antara suami istri. Hubungan seks antara suami istri menjadi pengaman dan menghindari mereka dari percabulan. Hubungan seks harus dengan suami atau istri sendiri, di luar itu dosa. Kota Korintus penuh dengan percabulan. Kita juga tinggal di kota bahkan negara yang bisa dibilang Korintus modern. Kita harus punya prinsip, seperti yang Firman Tuhan katakan bahwa hubungan seks hanya boleh dengan suami atau istri sendiri. Perintah/larangan ini bukan hanya untuk suami istri tapi juga untuk yang belum menikah, meski pacar atau tunangan kalau bukan suami atau istri tidak boleh berhubungan seks. Menurut seorang konseling pernikahan, pasangan yang punya masalah serius rata-rata setelah ditelusuri keduanya atau salah satu pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Mari kita berkomitmen hanya berhubungan seks dengan suami atau istri kita.

2. Ayat 3-4: “kewajiban” lagi-lagi adalah ungkapan halus dari hubungan seks. Berarti suami istri wajib atau harus melakukan hubungan seks. Kenapa kewajiban? Ayat 4: Yang punya tubuh suami adalah istri, dan yang punya tubuh istri adalah suami. Suami istri saling memiliki. Kalau istri sedang kecapaian/sakit tidak boleh paksa tetapi harus tunggu sampai pulih. Jangan salah mengerti bahwa kita boleh mengeksploitasi tubuh pasangan kita, tapi justru harus menghormati. Kadang ada juga istri yang minta tapi suami tidak mau, ini juga melanggar karena suami juga punya kewajiban. Kata kewajiban memiliki arti dasar hutang. Paulus bukan saja menghormati pernikahan tapi juga hubungan seks.

3. Ayat 5: Dalam kondisi normal boleh berhenti berhubungan seks untuk sementara waktu kalau dengan persetujuan kedua pihak dan hanya untuk berdoa. Dan setelah berdoa harus kembali lagi melakukan hubungan seks. Paulus dalam tulisannya sangat mementingkan berdoa tapi tetap doa pun tidak boleh disalahgunakan dalam kasus ini. Di sini tidak disebutkan berapa lama tapi bisa disimpulkan jangka waktu yang tidak terlalu lama. Kira-kira jangan lebih dari sebulan. Kalau terlalu lama biasanya kita akan menanam bibit bahaya dan bibit itu bisa muncul 1, 5, 10 tahun ke depan. Mungkin banyak masalah yang kita hadapi dan mungkin sulit bagi kita untuk mempertahankan untuk tidak berpisah terlalu lama. Tapi kebanyakan kalau ditelusuri adalah karena masalah ekonomi, tetapi mari kita utamakan bagaimana memenuhi Firman Tuhan. Yangg sudah menikah marilah kita berusaha untuk membangun keluarga yang harmonis. Yang belum menikah mari kita gunakan Firman Tuhan ini untuk mempersiapkan diri dan mengevaluasi orang yang sedang kita gumulkan.